PALU Jaringan advokasi tambang (Jatam) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan 16 perusahaan tambang nikel di Provinsi mengantongi izin pinjam pakai Berita 6 Tambang Nikel di Banggai Diduga Tanpa IPPKH.
Permina(PT. Pertambangan Minyak Nasional Indonesia), perusahaan minyak 'pelat merah' ini mengalami beberapa kali transformasi hingga belakangan terbentuk menjadi PT. Pertamina. Sebagai perusahaan negara, Pertamina diberikan mandat untuk menjalankan bisnis di industri Migas Indonesia, mulai dari sektor hulu hingga sektor hilir.
SANGALULuwuk—Roda mobil mendarat kasar di antara himpitan pagar-pagar pabrik. Menggelinding lebih jauh, hamparan sawah menunjukkan keperkasaan di sektor pangan. Ini menjadi gambaran bahwa pertanian dan industri memang telah menjadi jantung ekonomi Kabupaten Banggai. Gas bumi telah menjadi primadona sejak beberapa tahun lalu.
Halitu tersebar di Kecamatan Luwuk, Toili Barat, Luwuk Timur, dan Kecamatan Bunta. Di Kabupaten Banggai dan Tojo Una-una (Touna), terdapat 12 warga negara asing (WNA) dari India. Mereka tersebar di sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang amoniak dan pengolahan kelapa dalam.
Gorontalo- Gorontalo Mineral (GM) dikabarkan mendapatkan izin dari Konstruksi dan Produksi dari Kementrian Energi Sumber Daya Mineral Untuk Mengembangkan Tambang Tembanga dan Emas di Gorontalo tepatnya diwilayah Bone Bolango. PT. GM yang merupakan anak dari perusahaan dari PT. Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) itu akan mulai beroperasi pada semester kedua Tahun 2021
Kelak jumlah perusahaan tambang yang memproduksi nikel mungkin akan bertambah. Soalnya, di luar keempatbelas perusahaan tadi, Pemkab Banggai juga sudah memberikan IUP Ekspolorasi kepada 50 perusahaan lainnya. Notes: Google Maps memang sudah punya tetenger Kantor Bupati Banggai di peta kota Luwuk. Tapi itu kantor yang lama. Kantor yang baru
. MANADO – PT PLN Persero menargetkan pembangkit listrik tenaga mesin gas PLTMG Luwuk bisa beroperasi secara komersil pada kuartal II/2019. Perseroan kini telah memulai pembangunan pembangkit berkapasitas 40 megawatt di Kabupaten Banggai Sulawesi listrik tersebut menjadi bagian dari tiga pembangkit baru di Sulawesi yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Senin 2/7/2018. Selain itu, Presiden Jokowi juga meresmikan beroperasinya 3 pembangkit listrik pelaksanaan peresmian dan groundbreaking dipusatkan di pembangkit listrik tenaga bayu PLTB Sidrap yang berlokasi di Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan. Sementara untuk 5 lokasi lain dilaksanakan melalui fasilitas video conference secara sambutannya di Desa Nonong, Kecamatan Batui Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, General Manajer PLN Unit Induk Pembangunan UIP Sulawesi Bagian Utara Sigit Witjaksono mengungkapkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia terus digalakkan oleh pemerintah untuk memenuhi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional melalui program Nawacita. Menurutnya, dengan ketersediaan tenaga listrik di seluruh penjuru Indonesia, diharapkan akan tumbuh kawasan bisnis, kawasan industri serta mendorong berkembangnya usaha kecil dan menengah yang pada akhirnya akan terwujud ketahanan industri, penyerapan tenaga kerja serta meningkatnya tingkat kesejahteraan rakyat mengungkapkan untuk tahap I dengan kapasitas 15 MW ditargetkan dapat selesai dan bisa mulai beroperasi secara komersial commercial operation date/COD pada kuartal I/2019.“Untuk tahap II dengan kapasitas 25 megawatt pada kuartal II 2019,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin 2/7/2018.Sigit menambahkan proyek tersebut pada tahap pembangunannya akan menyerap tenaga kerja sebanyak kurang lebih 150 orang dan pada tahap operasi sebanyak kurang lebih 250 proyek tersebut dalam pembangunan memiliki nilai investasi sekitar Rp521 miliar. Pembangkit tersebut menggunakan mesin utama dengan teknologi dari Norwegia yang memanfaatkan mesin Roll Royce. Adapun, kontraktor pelaksana adalah Konsorsium Barata Indonesia, Dalle Engineering Contruction dan Mitra Energi berharap PLTMG Luwuk 40 MW ini pada saatnya nanti diharapkan akan memperkuat sistem ketenagalistrikan di Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Banggai dan pada saat ini, PLN Area Luwuk memiliki pelanggan dengan daya mampu pembangkit sistem Luwuk Toili sebesar 28,3 MW dan beban puncaknya sudah mencapai 25,8 MW. Selain itu juga ada potensi pelanggan tambahan sebesar 9,1 MW.“Dengan masuknya PLTMG Luwuk ini, maka kemampuan pembangkitan sistem Luwuk Toili akan meningkat sebesar 242% dari kapasitas mampu sebelumnya, serta diharapkan dapat mengakomodasi penambahan pelanggan yang lebih banyak,” jika untuk melayani pelanggan rumah tangga dengan rata-rata daya 450 voltampere VA maka dengan adanya penambahan kapasitas listrik tersebut berpotensi melayani sekitar sambungan pelanggan rumah tangga serta dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Banggai dan TRANSMISISelain membangun PLTMG Luwuk, PLN UIP Sulawesi Bagian Utara juga akan membangun saluran transmisi dan gardu induk pendukung dari lokasi pembangkit ke arah Kota Luwuk dan dari lokasi pembangkit ke arah itu, juga akan dibangun saluran transmisi dari Ampana di Kabupaten Tojo Una-Una ke Toili dan dari Ampana menuju Bunta. Dengan demikian, sistem kelistrikan Kabupaten Banggai ini akan terintegrasi dengan Sistem Kelistrikan PLTMG Luwuk ini akan memanfaatkan sumber gas dari Kecamatan Batui Kabupaten Banggai yakni dari proyek Donggi-Senoro. Selain itu, melalui pengoperasian pembangkit ini, PLN juga akan mendapatkan kesempatan efisiensi yang didapat dari pengurangan beroperasinya pembangkit yang menggunakan bahan bakar minyak yaitu pembangkit listrik tenaga diesel PLTD."Atas nama PT PLN Persero, kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah dan jajaran, Bupati Banggai dan jajaran, Unsur Muspida, Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah TP4D dari Kejaksaan Negeri Banggai, para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banggai yang telah memberikan dukungan terhadap kelancaran pembangunan infrastruktur ketenaga listrikan ini,” itu, Bupati Kabupaten Banggai Herwin Yatim berharap agar masyarakat benar-benar menjaga investasi pemerintah melalui pembangunan PLTMG Luwuk 40 MW untuk kepentingan bersama masyarakat Banggai."Komitmen kami, pemerintah Kabupaten Banggai adalah meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal,” pun mendukung PLN yang membangun PLTMG Luwuk dengan menggunakan sumber energi gas alam yang tersedia di Kabupaten Banggai. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat yang ada di sekitar PLTMG untuk mendukung lancarnya pembangunan tersebut demi kepentingan peresmian dimulainya pembangunan PLTMG Luwuk dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Banggai Herwin Yatim dan Wakil Bupati Kabupaten Banggai Mustar Labolo. Selain itu, acara tersebut juga turut dihadiri oleh unsur musyawarah pimpinan daerah Muspida diantaranya Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh dan Kadis ESDM Propinsi Sulawesi Tengah Yanmar Nainggolan. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis Imam Muslik Jurnalis KABAR LUWUK, BANGGAI – Perusahaan tambang dan perusahaan jasa tambang dituntut lebih memperhatikan nasib warga dan lingkungan di sekitar area tambang. Pertambangan dari berbagai sektor menyimpan potensi yang besar . Namun, potensi tersebut sering kali tersandung kebijakan dan sikap pengusaha sendiri. Seperti halnya PT. Koninis Fajar Mineral KFM yang mempunyai usaha di Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai, sangat peduli terhadap sekitar areal tambang, langkah tersebut dibuktikan dengan pemberian batuan semen untuk semua rumah Ibadah, serta pemberian sound systim sebagai pengeras suara. Sabtu 31/7/2021. Kepala KTT PT. KFM, Abdullah Fajar melalui Kepala Bagian Perencanaan KFM, Syawaluddin Arsyal Amala saat ditemui awak media diareal perusahaan menyampaikan bahwa dengan adanya perusahaan tambang, banyak tempat atau daerah yang merasa terbantu, serta masyarakat pun sudah mulai membaik dalam tingkat perekonomian secara berangsur angsur, serta dengan adanya bantuan dari Comunity development Sampai dengan program perusahaan dalam memberikan bantuan sangatlah dirasakan langsung oleh masyarakat,. Misalnya bantuan semen untuk semua rumah Ibadah agar nantinya bisa lebih baik dan lebih nyaman dalam melakukan ibadah. Ungkap Syawaluddin. ” Syawaluddin juga menyampaikan bahwa ketika perusahaan meninggalkan daerah tambang, diharapkan perekonomian masyarakat bisa jauh lebih baik ketimbang saat itu belum ada perusahaan, karena usaha tambang ada umurnya jadi bukan kontrak tambang selamanya .” Lanjut semua yang dirasakan bisa menjadi nilai positif bagi perusahaan dan bisa dikatakan berhasil untuk bersama sama membangun daerah, Perusahaan juga telah memberikan program Kepada masyarakat, jadi apa yang perusahaan lakukan bukan semata mata mencari keuntungan perusahaan tetapi buat keuntungan masyarakat melalui program yang sudah disusun, di jalani serta selalu diawasi. Terangnya. ” Untuk Pemberian program perusahaan yang lebih difokuskan adalah daerah lima desa sekitar tambang, sekaligus menjadikan daerah tersebut dipusatkan untuk bisa lebih maju, sementara untuk desa yang berada diluar lingkar tambang bukan berarti diabaikan melainkan diusulkan melalui proposal yang ada, artinya tidak semua proposal diluar desa lingkar tambang dipenuhi tentunya semua melalui proses dan persetujuan pimpinan”. Ujar Kepala Bagian Perencanaan. Sedangkan untuk pelaksanaan penanganan Covid 19 yang sudah masuk dalam Level 4 adalah program pemerintah, dalam hal ini perusahaan KFM sendiri minta disupport oleh masyarakat lokal dalam menunjang operasi agar bisa lancar, agar nantinya dapat memberikan bantuan yang lebih dari yang sebelumnya dengan adanya pemberlakuan PPKM level 4 oleh pemerintah, tentu perusahaan sendiri telah menerapkan prokes dan menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan dan Jalankan 5 M, sehingga bisa menekan angka covid tidak naik secara signifikan, dengan menjalankan rokes dengan baik yakin angka covid bisa turun dan semoga bisa kembali seperti semua agar bisa bekerja secara maksimal.” Tutur Syawaluddin. IM .
perusahaan tambang di luwuk banggai